Power-suply LCD layar besar umumnya seperti terlihat pada contoh blok diagram dibawah. Terdiri dari 3 bagian utama, yaitu :
- PFC (Power Factor Correction) - NCP1606, FET, Tranfo PFC, Diode, Elko besar 450v
- Power suply utama - NCP1392, 2 buah FET & Tranfo switching
- Power suply stand-by – NCP1351, FET & Tranfo switching
PFC :
- Terdiri dari ic PFC kontrol, FET, tranfo PFC, diode, dan elko besar 450v.
- Diode bridge tidak langsung disambung ke elko besar, tetapi masuk terlebih dahulu ke tranfo PFC.
- PFC bekerja merubah tegangan dc 300v menjadi tegangan dc 390v pada elko besar.
- Pada saat st-by PFC belum bekerja. Maka tegangan pada elko besar hanya 300v.
- PFC baru bekerja setelah “power-on” sehingga tegangan pada elko besar berubah naik menjadi 390v.
- Suply Vcc untuk ic kontrol PFC diberikan dari tranfo st-by lewat “transistor bias” yang dikontrol on-off lewat photo-coupler “start st-by” oleh bagian mikrokontrol yang terdapat pada mother-board.
Power suply st-by :
- Dalam contoh gambar terdiri dari ic SMPS PWM kontrol, FET dan tranfo switching.
- Kadang untuk st-by digunakan ic tunggal seperti jenis STR
- Berfungsi untuk memberikan tegangan st-by (5v) untuk bagian mikrokontrol mother-board
Power suply-utama :
- Terdiri dari ic jenis resonant konverter, 2 buah FET, dan tranfo switching.
- Pada saat st-by power suply-utama belum bekerja.
- Dikontrol on-off oleh bagian mikrokontrol yang terdapat dalam mother-board.
- Jika PFC gagal berfungsi (tegangan elko besar gagal naik menjadi 390v), maka power-suply utama juga tidak mau bekerja (walaupun power sudah “on”)
- Berfungsi untuk memberikan suply pada bagian Inverter dan bagian-bagian lain pada mother-board seperti Panel, Audio amplifier dll (misal tegangan 12v dan 24v)
- Sama seperti bagian PFC - Suply Vcc untuk ic kontrol PFC diberikan dari tranfo st-by lewat “transistor bias” yang dikontrol on-off lewat photo-coupler “start st-by”.
Dari contoh gambar diatas - maka dijumpai ada 3 buah photo-coupler
yang masing-masing berfungsi :
Photo-coupler.1 - untuk jalur umpan balik power-suply st-by
Photo-coupler.2 - untuk jalur umpan balik power-suply utama
Photo-coupler.3 - untuk jalur kontrol on-off PFC & Power-suply utama.
Ada kemungkinan dijumpai ada photo-coupler ke-4. Ini biasanya berfungsi untuk jalur sirkit AC-
Pengalaman kami dari kedua macam power suply seperti yang dijelaskan tersebut diatas, maka power suply jenis SMPS jenis PWM yang digunakan untuk st-by saja yang dapat dimodifikasi menggunakan Gacun.
Jika dipasang gacun biasanya tegangan akan lebih besar dari 5v walaupun VR sudah minimum
Agar tegangan dapat turun menjadi 5v, maka pasang kabel biru pada photo-coupler. Photocoupler untuk st-by, pada bagian sirkit chasis hot umumnya sudah tersambung langsung ke ground.
Kadang tegangan output goyang-goyang naik-turun. Maka untuk menghilangkan gangguan ini dapat dipasang beban R 200 ohm/2w pada jalur tegangan 5v ke ground
Cara kerja Power In dan Asal Mula PFC
Dari Listrik PLN merupakan yang berbentuk “sinus”.
Jika beban yang dipasang bersifat resistif seperti misalnya lampu bohlam, setrika listrik, solder, magic jar – maka arus yang mengalir akan tetap berbentuk sinus mengikuti bentuk tegangan.
Disini dikatakan tegangan & arus naik-turun bersamaan atau mempunyai phase yang sama dan distribusi arus listrik tidak mengalami masalah
Berbeda jika beban yang dipasang adalah sirkit penyearah dan elko filter seperti yang digunakan pada power suply tv CRT.
Disini arus akan menyedot paling besar saat pengisian elko saja .
sehingga arus dan tegangan tidak satu phase lagi.
Hal ini akan menyebabkan semacam gangguan distribusi listrik - misalnya listrik yang tersedia bisa memberikan arus nominal 15A, tetapi dengan adanya pergeseran phase dan tegangan ini, maka akan menyebabkan hanya bisa memberikan misalnya 9A saja.
Tanpa PFC – beban menyedot arus cukup besar (garis merah)
Dengan PFC – beban menyedot arus lebh kecil
Sirkit PFC digunakan untuk memperbaiki gangguan distribusi listrik seperti dijelaskan diatas. Terutama jika power suply menggunakan daya lebih dari 75 watt.
Dengan PFC maka akan bisa lebih banyak beban terpasang
Sirkit PFC juga akan meringankan beban distribusi listrik PLN, diameter kabel distribusi bisa lebih kecil
Bagi produsen (pesawat LCD dan seejenisnya) – penggunaan PFC akan memberikan efisiensi penggunaan komponen sehingga menjadi lebih kecil dan ringkas.
Cara kerja :
Sirkit PFC dikontrol on-off oleh mother-board seperti gambar dibawah....
yang terdapat pada bagian cold chasis board power suply.
Pada saat power-on - “PS.ON” mendapat tegangan 3v dan akan membuat Q09 “on”
Sinyal kontrol power-on ini selanjutnya dikirim ke kontrol on-off Vcc NCP1396 lewat photo-coupler U1 karena terdapat pada bagian hot chasis board power suply.
- Gambar.dibawah ini merupakan bagain dari tranfo st-by
- Jika regulator st-by telah bekerja – maka pada elko C30 selalu ada tegangan sekitar 20v
- Q1 dikontrol on-off lewat photo coupler U1 dari PS.ON
- Pada saat power-on - maka Q1 akan “on” – dan regulator Q10 akan meng-output-kan tegangan 16v untuk Vcc NCP1396 (VC PFC) dan Vcc untuk bagian power suply utama (VC PWM)
- NCP1396A bekerja pada frekwensi 97Khz (NCP1396 pada 100Khz)
- Pin-8 Vcc input dapat bekerja pada tegangan 13.25v hingga 18v
- Pin-3 merupakan sensor input voltage dari tegangan 300v.
- Pin-4 CS merupakan input current sensor untuk over voltage protection.
- Pin-1 FB merupakan input umpan balik agar tegangan 390v stabil dan untuk protek input. Jika tegangan 390v naik melebihi 107% atau kurang dari 8% - maka NCP1653 akan protek
Trobelshooting jika PFC tidak bekerja -
yaitu saat power-on tegangan 300v tidak mau berubah menjadi 390v :
- Cek resistor input sensor R23, R22, R1, R3 apakah tidak ada yang nilainya molor
- Cek tegangan suply Vcc 16v pada pin-8
- Jika kapasitor pada pin-2 V Control bocor/short maka NCP1653 tidak akan mau bekerja
- Jika C34 bocor maka NCP1653 tidak mau bekerja
- Jika resistor umpan balik R30, R24, R29 nilai molor atau C25 bocor/short – maka NCP1653 akan protek.
Reff:
https://amalia-comp.blogspot.com/2016/11/memahami-kerja-cara-power-suply-lcd.html












Tidak ada komentar:
Posting Komentar